Energi Natural Cinta

Cinta adalah energi natural (murni)terpancar dari fenomena penciptaan alam semesta

Pada suatu saat, Socrates mengajak beberapa muridnya berjalan-jalan setelah mereka belajar mengenai filsafat, mereka adalah Aristodemus, Apolloderus, Aghaton dan Plato. Dalam perjalanan pagi itu, para murid bertanya tentang hakikat yang paling hakiki dalam kelangsungan hidup manusia, yaitu beranak pinak. Setelah dijelaskan secara rinci dan transparan oleh sang filsuf, maka Plato salah seorang murid kesayangan Socrates memberanikan diri untuk bertanya, “Apa hakikatnya Cinta itu..!”

Sang Filsuf terdiam sejenak dan merenung serta berujar pada Plato :” Mengapakah kamu perlu menanyakan hal tersebut ? Sang murid menjawab "Wahai guru yang bijak, aku saat ini sedang mengalami perasaan tentang apa yang disebut orang, jatuh cinta”.

Sang bijak-pun menjawab pertanyaan Plato...... Experto dico (aku berbicara sebagai orang yang berpengalaman) :” Pergi sekarang juga tanpa kompromi ke dalam hutan di depan sana, dan carilah bagiku sebatang pohon apapun yang menurutmu paling indah, paling sehat dan yang paling berkenan dalam penglihatanmu, potonglah dan bawa kepadaku”.!!!

Plato-pun menjalankan perintah sang guru dengan takzim dan berjalanlah dia menjelajahi hutan tersebut, memang di dalam hutan tersebut dia melihat dan menemukan bermacam-macam pohon yang indah-indah, pada saat mata Plato melihat sebatang pohon yang terlihat indah, hatinya mengatakan bahwa hutan itu begitu luas dan masih banyak pohon yang lebih indah di dalam sana, demikian terjadi berulang kali dan tanpa terasa, senjapun merayap turun, dengan langit yang berwarna lembayung, Plato bergegas kembali pulang tanpa membawa pohon yang diinginkan oleh sang fisuf.

Melihat Plato sudah kembali, Socrates pun bertanya :” Muridku…..manakah pohon yang kupesankan kepadamu itu?”Plato pun menjawab kepada Socrates :” Wahai guruku….aku memang telah berjalan sepanjang hari di dalam hutan tersebut, dan memang telah aku lihat bermacam-macam pohon yang indah, kuat dan sehat, tetapi guruku…setiap kali aku akan memotong pohon tersebut, aku ragu-ragu, dan hati kecilku berkata, hutan masih luas dan di dalam sana masih banyak pohon yang lebih indah, oleh sebab itu aku tidak memotongnya. Tanpa terasa ya sang bijak……senja pun turun dan aku bergegas pulang sebelum temaram senja menjadi gelap……. Maafkan aku wahai guruku karena aku tidak membawakan bagimu pohon yang guru inginkan.”

Socrates pun tersenyum dan mengatakan pada Plato:” Muridku…kau sebenarnya telah melakukan tanpa kau sadari tentang Hakikat Cinta, yaitu manakala engkau belum puas dan menemukannya, maka kau akan terus mencari dan mencari, melihat sesuatu dan membandingkannya dengan yang lain, sehingga kehampaan yang kau dapatkan."

Keesokan paginya, bertanya pulalah Plato kepada Socrates…guru sekarang aku sudah memahami hakikat cinta, tetapi apakah perbedaannya dengan hakikat perkawinan?

Mendengar ucapan muridnya tersebut, Socrates tersenyum sambil menggosok janggutnya dan berkata pergilah kembali ke dalam hutan itu dan lakukanlah seperti yang kuperintahkan kemarin.

Sebagai murid yang baik, Plato pun menjalankan tugas yang diperintahkan oleh sang guru. Kurang lebih sebelum pukul 12 siang, Plato pun sudah kembali dengan membawa sebatang pohon Zaitun yang elok dan segar yang dipersembahkan kepada sang guru, dan bertanyalah Socrates kepadanya : “Muridku…apakah ini adalah pohon yang terbaik yang kau temui di hutan sana..? Plato pun menjawab :” Guru…inilah pohon yang baik dan segar yang kudapatkan, walaupun aku tahu pohon ini bukanlah pohon yang terbaik di dalam hutan sana, tetapi aku memilih pohon ini karena aku tidak mau terulang lagi seperti kemarin, yaitu pulang dengan tangan hampa.

Sambil mengusap janggutnya sembari tersenyum, Socrates menjelaskan pada Plato:” Itulah “Hakikat Perkawinan”, di mana engkau berani memutuskan memilih yang baik menurut pandanganmu dan walaupun engkau tahu bahwa itu bukanlah yang terbaik, di sinilah engkau menentukan sikap dalam memilih, di mana perkawinan adalah pengambilan keputusan yang berani, penyatuan dua hati, penyatuan dua karakter yang berbeda di mana dua insan ini harus dan berani berbagi serta menyatukan dua pandangan menjadi satu dalam menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya.

So……. demikianlah Hakikat Cinta dan Hakikat Perkawinan itu, di mana cinta semakin dikejar semakin jauh, tidak dicari…eeehhh dianya nongol dengan sendirinya. Dan Perkawinan…..inilah tempat untuk belajar berbagi, mengerti dan saling melayani dalam membina mahligai rumah tangga.

Dum vita est, spes est! ( ketika masih ada kehidupan, di situ pula masih ada pengharapan)

Sumber :www.wikimu.com

0 komentar:

Posting Komentar

KOMENTAR ANDA


ShoutMix chat widget

KILAU~BENING BAGI TERKASIH

Embun pagi basahi mahkota putih, perlahan mekar meski mentari menyinari dari balik dedaunan perdu.Sungguh sejuk dan memukau jiwa. Sang Mentari kembali keperaduan, silih berganti dg rembulan... kejora menerangi lelapmu... Ku lukiskan doa yang terbingkai lwt hembusan angin mlm..yg kan mjd slimutmu... mga trbuai dlm bunga tdurmu yg indah... Air mengalir dari celah bongkahan tanah, turun ke sungai bermuara ke laut lepas. Kicau merdu burung menghiasi hariku meski udara dingin menggetarkan tubuh ini. Namun Aku bersyukur masih bisa bernapas menghirup udara pagi. Terpaan mata air basahi dedaunan perdu, airnya menetesi bebatuan. Batu itu menjadi indah karena selalu di gerus air. Pagi yg dingin, udara menyelinap segar trasa. Merdu kicau burung, riak air sungai membawa jiwaku renungi makna hidup tuk syukur pdNya. Terpaan air terjun basahi dedaunan rindang, airnya deras menimpa bebatuan, menggerus segala lumpur hanyut terbawa arus hilang entah ke mana. Termenung di sudut kamar, menyanyi tanpa kata-kata sambil menyulam pintalan doa tanpa lelah, utk pagimu yg indah.. Udara yang diam begitu indah menghadirkan bola Matahari dgn kmuning sinarnya aku berharap pagimu membawa pesan-pesan baru dari semesta meringankan kepak sayapmu menyongsong hari dengan tawa dan bahagia. Kepakkan sayapmu dlm tidurmu... biarkan angan melanglang mengendus keteduhan.. bawalah mimpi syurga dlm kepasrahanmu.. damai dlm tidurmu.. Kan kurayu semesta utk meniupkan kesyahduan biar malammu berbinar bertahtakan nur kebahagiaan.. doaku utk senyum terteduh dalam mimpimu... Kata-kata secercah arti cuma sebatas lisan, kata-kata biasan jiwa punya energi hipnotis hati Ku tatap wajah langit, kadang muram, mendung, bahkan menurunkan hujan kadang cerah, panas terik menyilaukan sehingga Fatamorgana menggelora di udara Hujan dan Fatamorgana sekilas sama-sama menyejukkan.Tapi.. manakah yg hanya sejukkan mata dan mana yg sejukan hati?.. Biarlah rembulan terangi malammu, tiupan hening dan bisikan syahdu membawa asa di relung jiwa gemerlap dalam lelapmu

Energi Natural Cinta (En~C)

Foto saya
En~C,satu lagi dari simbol (tanda) kekuatan terdahsyat di alam semesta.Energi ini kekuatannya tak terhingga(~),jiwa yang bening sangat sensitif dengan energi ini.Pahami energi alam ini sebagai ekspresi takjub dan pengabdian tertinggi kepadaNya.

(En~C)

Adalah simbol energi Ilahi yang tersebar di alam semesta baik materi maupun non materi. Energi ini sangat dahsyat mampu menembus dan menggetarkan relung jiwa manusia. Sebagai insan cinta, manusia mesti berusaha menguak misteri kehidupan alam semesta guna memahami, merasakan bahkan menikmati kedahsyatan energi natural cinta dari sumber segala cinta,yakni Tuhan alam semesta.

SABDA CINTA

“Janganlah kamu mencintai sesuatu dengan berlebihan sebab ia akan menjadi musuhmu dan janganlah membenci sesuatu secara berlebihan, sebab mungkin ia menjadi sahabatmu.”( Nabi Muhammad S.A.W) Cinta membuat orang lamban & malas menjadi lincah dan terampil, bahkan membuat orang yang berfikir lamban menjadi gesit (Filosof Cinta) Cinta tidak pernah meminta, ia senantiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah dendam bahkan membalas dendamnya. Dimana ada cinta disitu ada kehidupan manakala kebencian membawa kemusnahan. Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan Sekeping Hati pada kita ? Karena Tuhan telah memberikan Sekeping Hati lagi kepada seseorang untuk kita cari dan itulah namanya CINTA. Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena bunga mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, karena sungai mengalir selamanya. Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut, tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang terindah dan suci, jika manusia dapat menilai kesuciannya. Satu – satunya cara agar kita memperoleh kasih sayang adalah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan. Jiwa sepi tanpa cinta, hati akan mati tanpa Iman. Kemarin adalah kenangan, esok adalah impian dan hari ini adalah kenyataan. Cinta adalah tamu yang selalu datang tanpa undangan, tapi kepergiannya tidak pernah diharapkan. Dan sesungguhnya hati akan merasa memiliki cinta apabila cinta itu telah pergi.(Drs. Victor maruli panjaitan)